ROUTING PROTOCOL DAN TABEL ROUTING

JARINGAN KOMPUTER 

Nama : Angelia Ayuyolanda S
Nim    : 201931038
Kelas  : Jaringan Komputer (F)
Dosen : Max Teja Ajie Cipta Widiyanto ,S.Kom., M.Kom


ROUTING PROTOCOL DAN TABEL ROUTING

💫Routing

Secara umum, routing dapat didefinisikan sebagai proses di mana suatu hal dibawa atau dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain secara otomatis. Perpindahan ini dilakukan sesuai rute atau jalur tertentu yang umumnya melibatkan alamat tujuan dan alamat asal. Dalam hal jaringan internet, routing memindahkan paket internet ke sumber informasi sesuai alamat jalur yang diketik. 

Berdasarkan pengiriman paket data, routing dibedakan menjadi dua yaitu routing langsung dan routing tidak langsung.

  1. Routing langsung merupakan sebuah pengalamatan secara langsung menuju alamat tujuan tanpa melalui host lain. Contoh: sebuah komputer dengan alamat 192.160.1.3 mengirimkan data ke komputer dengan alamat 192.160. 1.4.
  2. Routing tidak langsung merupakan sebuah pengalamatan yang harus melalui alamat host lain sebelum menuju alamat host tujuan. Contoh: komputer dengan alamat 192.160.1.3 mengirim data ke komputer dengan alamat 192.160.1.4, akan tetapi sebelum menuju ke komputer dengan alamat 192.160.1.4, data dikirim terlebih dahulu melalui host dengan alamat 192.160.1.5, kemudian dilanjutkan ke alamat host tujuan.

Prinsip dan Cara Kerja Routing

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (lapisan jaringan seperti Internet Protocol/IP) dari stack protokol tujuh lapis OSI.

Fungsi utama router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah router memiliki kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui ke mana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan. Artinya, apakah ditujukan untuk host lain pada satu network yang sama ataukah berada di network berbeda.

Apabila paket-paket ditujukan untuk host pada network lain, maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network, maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Ilustrasi cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar di berikut ini :

Pada gambar di atas terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router. Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network 192.160.1.0 dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan network address 192.165.2.0.

1) Komputer A mengirim data ke komputer C, maka router tidak akan meneruskan data tersebut ke network lain.

2) Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E, router tidak akan meneruskan paket data ke network lain.

3) Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke komputer B, maka router akan meneruskan paket data tersebut ke komputer B.

Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan) dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data link) dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Router digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berbeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX). Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan. Selain itu, dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju.

Perbedaan antara Routing dan Router

Routing adalah proses pengiriman data maupun informasi dengan meneruskan paket data yang dikirim dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Sedangkan Router adalah perngakat keras dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang mempunyai protocol sama. Dengan kata lain routing itu konfigurasinya (berupa perangkat lunaknya) sedangkan router adalah alatnya (perangkat kerasnya).

💫Routing Protocol 

Routing Protocol adalah komunikasi antar router untuk menemukan jalur terbaik dalam mencari sebuah alamat tertentu dengan cara pertukaran informasi antar router satu dengan yang lain. Menurut Bradley Mitchell (2016) setiap routing protocol mempunyai 3 fungsi dasar yaitu discovery (mengenali router lain pada jaringan), route management (melacak semua jalur yang memungkinkan untuk dilewati data), path determination (menentukan jalur secara dinamis).

Routing protocol dibagi menjadi 2, yakni:

1. Interior Routing Protocol
Interior Routing Protocol biasanya digunakan pada jaringan yang bernama Autonomous System, yaitu sebuah jaringan yang berada hanya dalam satu kendali teknik yang terdiri dari beberapa subnetwork dan gateway yang saling berhubungan satu sama lain. Interior routing diimplementasikan melalui:
  • Routing Information Protocol (RIP), biasanya terdapat pada sistem operasi UNIX dan Novell yang menggunakan metode distance vector algoritma yang bekerja dengan menambahkan satu angka matrik jika melewati 1 gateway, sehingga jika melewati beberapa gateway maka metriknya juga akan bertambah.
  • Open Shortest Path First (OSPF), routing ini memakan banyak resource komputer dibanding Routing Information Protocol (RIP), akan tetapi pada routing ini rute dapat dibagi menjadi beberapa jalan sehinggga data dapat melewati dua atau lebih rute secara pararel.
2. Exterior Routing Protocol
Pada dasarnya internet terdiri dari beberapa Autonomous System yang saling berhubungan satu sama lain dan untuk menghubungkan Autonomous System dengan Autonomous System yang lainnya maka Autonomous System menggunakan exterior routing protocol sebagai pertukaran informasi routingnya.
  • Exterior Gateway Protocol (EGP) merupakan protokol yang mengumumkan kepada Autonomous System yang lain tentang jaringan yang berada dibawahnya maka jika sebuah Autonomous System ingin berhubungan dengan jaringan yang ada dibawahnya maka mereka harus melaluinya sebagai router utama. akan tetapi kelemahan protokol ini tidak bisa memberikan rute terbaik untuk pengiriman paket data.
  • Border Gateway Protocol (BGP). Protocol ini sudah dapat memilih rute terbaik yang digunakan pada ISP besar yang akan dipilih.

konfigurasi Routing Protocol  yaitu : 

1) Static routing :
rute yang dibuat secara manual oleh administrator kedalam konfigurasi router untuk mendefinisikan lewat interface mana paket data akan dilewatkan. 

Kelebihan static routing : 

- Meringankan kinerja processor router
- Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
- Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di ketahui terlebih dahulu 

Kekurangan static routing : 

- Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
- Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
- Semakin besar topology semakin rumit karena konfigurasi router dilakukan dengan cara manual
  atau menginput satu persatu command yang diperlukan
- Karena banyaknya router yang harus diinput satu persatu, faktor human error atau kesalahan input
  akan lebih sering terjadi pada sesi ini 

2. Dynamic routing :

routing yang bekerja secara dinamis dan otomatis oleh suatu software routing yang berjalan pada router. Dinamakan dynamic routing karena router akan dapat menentukan secara otomatis lewat mana suatu paket dengan sebuah tujuan akan dikirimkan. 

Kelebihan dynamic routing : 

- Waktu yang digunakan dalam konfigurasi tiap router tergolong cepat
- Dapat langsung beradaptasi pada perubahan jaringan (secara otomatis mengenali dan 
   meng-update routing table)
- Lebih sedikit kemungkinan kesalahan input command saat konfigurasi router
- Sangat mendukung untuk jaringan berskala besar 

Kekurangan dynamic routing : 

- Membutuhkan resource memori dan CPU yang lebih besar dibandingkan jika hanya
   melakukan static 
routing
- Membutuhkan kemampuan yang lebih dari administrator. Administrator harus
  mempunyai kemampuan lebih dalam untuk konfigurasi, pengujian, serta troubleshoot
  routing, karena lebih susah pada saat melacak permasalahan pada suatu topologi jaringan 
  dalam lingkup besar.
- Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router melakukan
  broadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi
  harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.

💫Tabel Routing

Tabel Routing (table routing) adalah tabel yang berisi informasi keberadaan network,baik network yang terhubung langsung (Directly connected network) maupun Network yang tidak tehubung langsung (Remote Network). Tabel ini juga berisi informasi bagaimana cara router tersebut mencapai suatu network. Tabel routing ini sangat penting karna di gunakan router sebagai pedoman untuk mengirim setiap paket data yang di terimanya.Informasi dalam tabel routing berupa baris-baris network address yang di sebut Entry Route.

Dalam setiap entry route juga telah ada informasi tentang interface mana yang dapat di gunakan router untuk mengirim paket data. Jika router menerima paket data,maka router akan memeriksa IP address tujuan (Destination Address) dari paket tersebut router kemudian mencocokanya dengan network address yang ada di setiap Entry di tabel routing, bila ada entry yang cocok maka router akan meneruskan paket tersebut ke interface yang di gunakan untuk mengirimkan paket tersebut. Interface yang di gunakan untuk meneruskan paket di sebut Exit interface atau outgoing interface,namun jika tidak ada entry yang cocok maka router akan membuang paket tersebut. 

Ada 4 kategori Entry dalam tabel Routing.

Entry Tabel Routing

1. Directly Connected Network: Entry ini akan muncul pada saat interface router diaktifkan dan di konfigurasikan IP address ,Entry Directly Connected akan memiliki label C.

2. Static Routes: Entry ini adalah Entry yang di isi manual oleh administrator jaringan,sehingga jiak ada perubahan jaringan maka entry ini juga harus di ubah secara manual juga,Enry Static Route akan memiliki label S.

3. Dynamic Routes: Entry ini adalah entry yang akan muncul karna hasil pertukaran Informasi Routing dari beberapa Router,Pertukaran Informasi routing akan menggunakan Routing Protocol .Entry ini tidak di isi secara manual Oleh administrator jaringan ,administrator jaringan hanya perlu Meng-Aktifkan routing Protocol dan Network yang kan di Routing,Entry Dynamic Route ini akan Memiliki label D 3.

4. Default Routes: Entry ini di gunakan untu menentukan kemana Sebuat paket akan di kirimkan jika alamat tujuan dari paket tidak terdapat pada table Routing,Entry default Routes ini bisa di konfigurasikan Secara manual(Static) ataupun di dapat dari pertukan Informasi dari Routing Protocol (Dynamic). Entry default Route merupakan Entry dengan Nilai parameter DstAddress=0.0.0.0/0 ,Jika di konfigurasikan Secara Static maka Default Route akan memiliki label S.

Berikut adalah urutan pada tabel routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:

1.    1.Host Address
2. Subnet
3. Group of Subnet
4.  Major Network Number
5. Group of Major Network Numbers
6. Default Address

Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.  Tabel Routing pada umumnya berisi informasi tentang:

a.       Alamat Network Tujuan 

b.      Interface Router yang terdekat dengan network tujuan

c.       Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).

Contoh sebuah table Routing

Informasi Tabel Routing

Dst.Address: Informasi yang ada dalam kolom ini menunjukan network tujuan (destination) yang dapat di jangkau oleh Router tersebut.

Pref-Src: Informasi yang ada di kolom ini akan menunjukan alamat IP address yang di gunakan oleh Router sebagai Field IP Address Pengirim.

Gateway: Kolom ini akan menunjukan cara router tersebut menjangkau network yang ada di kolom Dst.Address, biasanya berupa Interface maupun IP Address dari router tetangga yang dapat di gunakan untuk mencapai Remote Network.

Distance: Kolom ini menunjukan nilai Administratif distance (AD). Nilai AD dapat menunjukan apakah entry tersebut di dapat router dari static routing maupun dynamic, sekaligus dapat di gunakan untuk melihat jenis protocol yang di gunakan. Ini juga dapat digunakan untuk melihat apakah entry tersebut merupakan Directly Connected Network.

Sumber : 

https://dewey.petra.ac.id/repository/jiunkpe/jiunkpe/s1/info/2018/jiunkpe-is-s1-2018-26413060-42268-simulasi-chapter2.pdf
https://smkn1panjalu.sch.id/pengertian-konsep-jenis-jenis-prinsip-dan-cara-kerja-routing/
https://www.monitorteknologi.com/pengertian-tabel-routing-protocol-routing/
https://rinosafrizal.com/memahami-tabel-routing/
https://repository.dinus.ac.id/docs/ajar/Materi_Routing.pdf
https://www.ekrut.com/media/routing-adalah


Terimakasih :)

 









Komentar